Kualitas File Audio

Jenis format file audio diurutkan berdasarkan kualitas:

  1. Tanpa Kompresi
    Contoh file tanpa kompresi yang sering kita jumpai adalah Waveform Audio atau yang lebih dikenal dengan WAV (ekstensi: .wav atau .wv).
    + Kualitas sangat baik
    – Ukuran file besar

  2. Kompresi Lossless
    Contoh file dengan kompresi lossless yang sering kita lihat adalah FLAC. Contoh lain adalah Advanced Audio Coding atau AAC (ekstensi file: m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac).
    + Kualitas baik
    – Tidak semua media player di handphone dapat memutar file ini

  3. Kompresi Lossy
    Teknik kompresi lossy dilakukan dengan menghilangkan komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia. Data hasil kompresi lossy tidak dapat dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres.
    Contoh file dengan kompresi lossy paling populer adalah MPEG Audio Layer 3 atau lebih dikenal dengan MP3 (ekstensi: .mp3).
    + Ukuran file kecil
    Kualitas MP3 ditentukan dari ukuran bitrate setelah kompresi dari masternya. Semakin besar semakin bagus (max 320kbps). File master biasanya memiliki bitrate sangat tinggi (mbps). Contoh file master adalah format audio CD (eskstensi: .cda). File dengan format .cda dapat langsung dijalankan melalui CD-ROM, sementara file-nya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dikopi ke harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat diputar. Agar dapat mengambil/mengopi file audio dari audio CD, dibutuhkan software khusus/ripping untuk mengubah dari format .cda menjadi format lain yang dapat disimpan di komputer.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s