Penyebab Bisul

PENYEBAB BISUL

Penyakit bisul disebabkan oleh banyak faktor,  antara lain:

  1. Bakteri (Staphylococcus aureus)
  2. Kelenjar minyak tersumbat (lokasi bisul karena faktor ini biasanya di wajah)
  3. Radang kelenjar keringat (lokasi bisul karena faktor ini biasanya di ketiak atau pangkal paha)
  4. Iritasi karena tekanan, biasanya karena duduk terlalu lama (lokasi bisul di bokong)

MENCEGAH BISUL

Untuk mencegah penyakit bisul adalah dengan menghindari faktor penyebab di atas. Selalu menjaga kebersihan kulit dan menghindari duduk terlalu lama adalah salah satu contoh mudah yang bisa kita lakukan.

PERTOLONGAN PERTAMA

Namun, apabila sudah terlihat akan terjadi bisul, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah segera kompres secara teratur daerah terinfeksi dengan air panas (hangat), yang dapat meningkatkan sirkulasi darah ke tempat tersebut. Akan lebih baik jika air hangat dicampur dengan cairan antiseptik (misal: dettol) yang dapat sekalian membunuh bakteri atau kuman yang menempel.

MENGOBATI BISUL

Jika pertolongan pertama tidak berhasil, masih ada beberapa cara mengobati bisul yang mulai membesar. Cara paling praktis dan cepat adalah dengan pergi ke dokter kulit, Anda akan diberikan obat oles (salep) atau obat minum yang manjur. Namun, jika Anda masih bisa bertahan lebih lama dengan penyakit bisul yang diderita dan memiliki jiwa petualang, Anda bisa bereksperimen dengan banyak obat bisul tradisional.

Obat bisul alami sangat banyak, terutama di negara kita yang kaya tanaman herbal dan budaya. Teknik penyembuhan bisul dari beberapa daerah sangat beragam dan berbeda-beda. Contoh pengobatan bisul dengan cara alami yang bisa Anda coba:

  1. Tanaman daun jintan (Coleus amboinicus)
    Image
    Nyalakan lilin lalu ambil selembar daun jintan dan bakar bagian bawah daun lalu linting dengan telapak tangan, buka lalu tempelkan di atas bisul (jangan dibuang, biarkan lengket di kulit), ganti setiap hari . Kalau lepas, tempelkan yg baru.
  2. Kentang
    Kupas kentang, parut, dan oleskan hasil parutan di area terinfeksi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s